"Kedua pemimpin diharapkan untuk mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan memastikan keberlanjutan jalur perdagangan global dan rantai pasokan yang sangat penting bagi kesejahteraan rakyat mereka," katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim kerap kali melakukan komunikasi, terakhir keduanya melakukan sambungan telepon sebelum Idulfitri 2026. Bahkan, Anwar Ibrahim mengatakan, dirinya bertukar pandangan dengan Prabowo mengenai konflik Iran-Israel. Kedua negara sepakat menyerukan perdamaian untuk mengakhiri konflik.
"Kami berdua bersama-sama menyerukan perdamaian dan saya memberitahukan kepada Presiden Prabowo bahwa Malaysia akan terus mendukung dan memperkuat upaya diplomatik dalam meredakan konflik Iran-Israel, sehingga ketegangan dapat diredakan, nyawa warga sipil dapat dilindungi, dan ruang negosiasi yang berarti dapat dibuka menuju solusi yang damai dan langgeng," ujar Anwar Ibrahim melalui akun X resminya, dikutip pada Rabu (25/3/2026).
Pertemuan antara Prabowo dan Anwar Ibrahim disebut juga akan memperkuat peran ASEAN di tengah situasi konflik global. Dengan begitu, Indonesia dan Malaysia diharapkan bertindak menjaga perdamaian, stabilitas regional, dan menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
(kunthi fahmar sandy)