sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Beberkan Alasan Pangkas Anggaran Belanja Tak Produktif: Kalau Tidak, Arahnya Jadi Korupsi

News editor Dhera Arizona Pratiwi
20/03/2026 04:04 WIB
Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengenai alasan di balik kebijakan pemangkasan belanja anggaran negara yang tidak efisien.
Prabowo Beberkan Alasan Pangkas Anggaran Belanja Tak Produktif: Kalau Tidak, Arahnya Jadi Korupsi. (Foto Istimewa)
Prabowo Beberkan Alasan Pangkas Anggaran Belanja Tak Produktif: Kalau Tidak, Arahnya Jadi Korupsi. (Foto Istimewa)

Prabowo mengaitkan langkah tersebut dengan indikator ekonomi Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang menunjukkan tingkat efisiensi investasi suatu negara. Dia menyebut ICOR Indonesia berada di angka level 6,5, jauh lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Thailand (4), Malaysia (4), bahkan Vietnam (3,6).

Tingginya angka ICOR menunjukkan Indonesia membutuhkan modal yang jauh lebih besar untuk menghasilkan satu unit pertumbuhan ekonomi dibandingkan negara lain. Dengan APBN yang mendekati Rp3.700 triliun (USD230 miliar), Prabowo melihat ada ketidakefisienan sekitar 30 persen atau setara USD75 miliar.

"Jadi angka ini artinya 30 persen lebih tidak efisien dari Thailand, Malaysia, Filipina, atau Vietnam. Kalau saya pakai ini sebagai dasar, berarti mendekati GDP kita yang Rp3.700 triliun atau USD230 miliar. 30 persen dari itu maka USD75 miliar. Ini tidak efisien," kata dia.

Prabowo menyebut efisiensi yang sudah dilakukan oleh pemerintahannya baru tahap awal. Dia menilai masih banyak ruang untuk penghematan, terutama dari belanja rutin yang tidak esensial. Sejumlah pos anggaran yang dipangkas antara lain biaya seremonial, pembelian alat tulis kantor, hingga pengeluaran untuk rapat dan seminar di luar kantor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement