“Persoalan PETI bukan cerita baru. Kompleksitas jaringan yang terlibat membuat aparat penegak hukum menghadapi tantangan besar, sementara PT Timah juga berada dalam posisi yang tidak mudah ketika berhadapan dengan praktik pertambangan ilegal,” ujarnya dikutip Minggu (16/8/2026).
Menurut Toto, penertiban yang dilakukan pemerintah menjadi titik awal penting dalam membangun tata kelola industri timah yang lebih sehat.
Pada saat bersamaan, PT Timah memperkuat pengawasan dan pengendalian kegiatan operasional di wilayah pertambangannya. Langkah tersebut berjalan seiring dengan penertiban PETI dan penutupan jalur penyelundupan yang dilakukan pemerintah.
Penguatan pengawasan operasional itu turut didukung kepemimpinan Direktur Utama PT Timah yang memiliki latar belakang militer. Kombinasi antara penegakan hukum oleh pemerintah dan pengendalian internal perusahaan membantu menjaga kegiatan produksi agar berjalan lebih tertib dan terukur.
Perbaikan tersebut mulai tercermin pada kinerja operasional PT Timah. Produksi bijih timah perseroan meningkat 75 persen dari 6.997 ton Sn pada Semester I-2025 menjadi 12.232 ton Sn pada Semester I-2026.