Bantuan tersebut meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain masyarakat terdampak.
Untuk mempercepat distribusi, pemerintah membangun dua posko utama, yakni di Labuan Bajo dan Maumere. Posko Labuan Bajo menjadi titik distribusi menuju wilayah Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sedangkan dari Maumere, bantuan didorong menuju Sikka, Ende, Nagekeo, serta wilayah lain yang membutuhkan.
“Semua logistik didorong ke daerah-daerah tersebut menggunakan jalur udara lewat helikopter dan pesawat Cassa, kemudian lewat laut dan jalur darat,” kata Teddy.
Melalui jalur laut, tiga KRI TNI AL telah berada di kawasan terdampak dan satu kapal rumah sakit juga segera bergabung. Sementara berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum, jalur darat menuju wilayah terdampak telah dapat dilalui sejak hari kedua setelah bencana.
Teddy mengatakan pemerintah juga telah memperkuat personel di lapangan. Hingga Rabu pagi, hampir 10.000 personel TNI dan Polri berada di Pulau Flores, baik personel yang sebelumnya bertugas di wilayah tersebut maupun tambahan kekuatan yang didatangkan dari luar Flores.
Pemerintah, kata Teddy, terus memantau seluruh proses penanganan agar bantuan tidak berhenti di posko, tetapi segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat, seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)