“Kemudian memberikan arahan ke semua sektor, dari sektor ekonomi, kemudian pertanian, persiapan untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan, hingga kemudian penyiapan pundi-pundi air apabila masyarakat sudah mengalami kekurangan air bersih dan juga berbagai sektor lainnya,” ujarnya.
Faisal menjelaskan, tindak lanjut arahan tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
BMKG berperan menyediakan informasi cuaca dan iklim sebagai dasar pengambilan keputusan, sementara kementerian terkait menyiapkan langkah mitigasi di sektor masing-masing.
Menurut dia, koordinasi menjadi fondasi utama dalam menghadapi dampak El Niño yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, hingga lingkungan.
“Jadi, intinya fondasi dari ini semua adalah koordinasi dari semua pihak,” tuturnya.