"Tetapi terkadang pertemuan ASEAN juga sangat bermanfaat. Misalnya, dalam pertemuan terakhir kita di Cebu, ya, saat itu kita menemukan kesamaan pandangan kita dalam banyak isu, saya pikir. Saya pikir misalnya, ketika kita membahas banyak aspek kebijakan luar negeri dan hubungan internasional, kita memiliki sudut pandang yang cukup sama," katanya.
Prabowo menilai pertemuan bilateral kali ini juga menjadi momentum penting setelah Indonesia dan Thailand meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis saat kunjungannya ke Bangkok pada tahun lalu. Dia optimistis pertemuan tersebut akan menjadi arah baru bagi penguatan hubungan kedua negara.
"Saya pikir ini juga tepat waktu bahwa kita mengadakan konsultasi pemimpin kedua kita setelah peningkatan hubungan Indonesia-Thailand menjadi kemitraan strategis selama kunjungan terakhir saya ke Bangkok tahun lalu. Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan menetapkan arah yang jelas untuk fase selanjutnya dari kemitraan kita," katanya.
Menurut Prabowo, kemitraan strategis Indonesia dan Thailand harus berorientasi pada masa depan dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Dia meyakini kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Thailand juga akan memperkuat stabilitas ASEAN.
"Kemitraan ini, menurut pendapat saya, Bapak Perdana Menteri, harus berorientasi ke masa depan dan fokus pada pemberian manfaat nyata bagi rakyat kita. Jika Thailand dan Indonesia bekerja sama dengan sangat erat, ini dapat berkontribusi pada Asean yang lebih kuat dan stabil," katanya.