Prasetyo mengungkap salah satu fungsi krusial yang disiapkan untuk kapal induk ini adalah membantu penanggulangan bencana, khususnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dia menjelaskan, KRI Sriwijaya nantinya dapat difungsikan sebagai pangkalan terapung bagi helikopter-helikopter milik TNI/lembaga terkait yang dikerahkan untuk melakukan operasi pemadaman lewat udara (water bombing).
"Salah satunya misalnya menyelesaikan atau membantu proses pemadaman karhutla dengan kapal induk ini bisa difungsikan sebagai salah satu apa namanya pangkalan untuk helikopter-helikopter kita yang melakukan proses pemadaman dengan metode water bombing melalui udara," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)