sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prakiraan Idulfitri 2026 Versi BMKG, Berpotensi Jatuh pada 21 Maret?

News editor Binti Mufarida
10/03/2026 14:30 WIB
BMKG telah mengeluarkan prakiraan hilal saat matahari terbenam pada Kamis 19 Maret 2026 sebagai penentu 1 Syawal 1447 Hijriah.
Prakiraan Idulfitri 2026 Versi BMKG, Berpotensi Jatuh pada 21 Maret? (Foto Istimewa)
Prakiraan Idulfitri 2026 Versi BMKG, Berpotensi Jatuh pada 21 Maret? (Foto Istimewa)

“Periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya (awal Bulan Ramadan 1447 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal Bulan Syawal 1447 H) adalah 29 hari 13 jam 22 menit. Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon teramati,” tulis BMKG.

BMKG melaporkan di wilayah Indonesia pada tanggal 19 Maret 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.48.13 WIT di Waris, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.49.39 WIB di Banda Aceh, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan  Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 19 Maret 2026 di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan hal-hal di atas, secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1447 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam pada tanggal 19 Maret 2026.

Sementara, kata BMKG, bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Syawal 1447 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 19 Maret 2026 tersebut.

BMKG melaporkan ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 0,91 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 3,13 derajat di Sabang, Aceh. Sementara, elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua sampai dengan 6,1 derajat di Banda Aceh, Aceh.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement