IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan belum ada temuan ataupun laporan kasus infeksi virus nipah di wilayah DKI Jakarta. Pramono menegaskan Jakarta masih terbebas dari virus tersebut.
“Yang virus Nipah sekali lagi, alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah,” kata Pramono kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Meski demikian, Pramono menegaskan virus nipah merupakan salah satu yang disorot Kementerian Kesehatan. Dia mengaku telah mengerahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengantisipasi persebarannya jika ada kasus dilaporkan.
“Kemarin waktu berkomunikasi dengan bapak menteri kesehatan, mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi dan saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengatasi, menangani itu,” sambung Pramono.
Politikus PDIP itu menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan lebih tanggap menghadapi penyakit.
“Mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap, karena persoalan yang menyangkut virus Nipah terus kemudian yang kemarin kencing apa? Tikus dan sebagainya mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” katanya.
Sebelumnya, India melaporkan dua kasus infeksi virus Nipah (NiV) di Bengal Barat pada 13 Januari 2026. Namun tak lama kemudian beredar kabar bahwa jumlah kasus bertambah menjadi tiga, dengan 100 orang dikarantina.
Kabar kasus infeksi NiV ini membuat Thailand dan Nepal meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara internasional dan check point perbatasan untuk mengantisipasi penularan yang meluas.
Pemeriksaan ini ditujukan untuk semua penumpang, tetapi terutama untuk penumpang dari India atau Bengal Barat. Selain itu, masyarakat China juga mengkhawatirkan persebaran virus Nipah jelang perayaan Imlek. Sebab saat Imlek, mobilitas warga setempat akan meningkat.
Virus nipah dapat ditularkan dari binatang dan dari manusia yang telah tertular. Infeksi virus nipah memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi, yakni hingga 75 persen. Oleh sebab itu banyak negara mengkhawatirkan persebarannya.
(Nadya Kurnia)