“Mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap, karena persoalan yang menyangkut virus Nipah terus kemudian yang kemarin kencing apa? Tikus dan sebagainya mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” katanya.
Sebelumnya, India melaporkan dua kasus infeksi virus Nipah (NiV) di Bengal Barat pada 13 Januari 2026. Namun tak lama kemudian beredar kabar bahwa jumlah kasus bertambah menjadi tiga, dengan 100 orang dikarantina.
Kabar kasus infeksi NiV ini membuat Thailand dan Nepal meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara internasional dan check point perbatasan untuk mengantisipasi penularan yang meluas.
Pemeriksaan ini ditujukan untuk semua penumpang, tetapi terutama untuk penumpang dari India atau Bengal Barat. Selain itu, masyarakat China juga mengkhawatirkan persebaran virus Nipah jelang perayaan Imlek. Sebab saat Imlek, mobilitas warga setempat akan meningkat.
Virus nipah dapat ditularkan dari binatang dan dari manusia yang telah tertular. Infeksi virus nipah memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi, yakni hingga 75 persen. Oleh sebab itu banyak negara mengkhawatirkan persebarannya.
(Nadya Kurnia)