Brasil yang saat itu memimpin negosiasi, alih-alih menerima road map global dari Prancis, justru mendorong perancangan road map secara sukarela dan meminta negara-negara yang berkenan untuk menyerahkan road map-nya.
Konferensi Santa Marta di Kolombia adalah pertemuan pembahasan iklim yang digelar di luar jadwal UN dan diadakan oleh Kolombia dan Belanda. Pertemuan ini dihadiri oleh 60 negara dari Uni Eropa dan produsen energi fosil dari Kanada, Norwegia, Angola, Nigeria, hingga Tuvalu.
Peluncuran peta jalan ini sekaligus meresmikan target eksisting Prancis untuk mengurangi polusi rumah kaca sebesar 5 persen per tahun pada periode 2024–2028 dengan target netral karbon pada 2050.
(Nadya Kurnia)