"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerjasama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," kata dia.
Sementara itu, Gubernur BI Perry enggan mengatakan perihal pembahasan apa yang dilakukan dengan presiden. Begitu juga saat ditanya intervensi apa yang dilakukan Bank Indonesia di tengah kondisi pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh Rp17.000 per USD kemarin.
"Makasih-makasih," kata Perry.
Di lokasi yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, rapat kali ini juga akan membahas persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Termasuk, untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan dan bahan pokok, serta ketersediaan BBM di masa mudik Lebaran.
"Feeling saya masi tetap terkait dgn urusan persiapan hari Raya Idul Fitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dgn ketegangan di Timur Tengah," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, ketersediaan BBM perlu dibahas menyusul naiknya harga minyak dunia.