Terjadi perubahan kepemilikan sejak 1997 hingga akhirnya Tambang Martabe dimiliki dan dikelola oleh PT Danusa Tambang Nusantara, anak usaha PT Pamapersada Nusantara dan PT United Tractors Tbk (UNTR) pada 2018.
Sebagian tambang ini pernah dimiliki oleh Newmont East Asia pada 2003, lalu diakuisisi pada 2009 oleh G-Resources Ltd, lalu diakuisisi lagi pada 2016 oleh sebuah konsorsium yang dipimpin oleh EMR Capital.
Luas awal konsesi yang awalnya ditetapkan pada 1997 mencakup 6.560 km persegi, tetapi dengan beberapa pelepasan lahan, kini luasannya menjadi 1.303 km persegi atau 130.250-an hektare.
Lokasi konsesi milik Agincourt berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal. Namun area Tambang Martabe dalam konsesi tersebut terletak di Tapanuli Selatan dengan luasan 509 hektare per Januari 2022.
Agincourt mengoperasikan tiga pit terbuka. Yakni Pit Ramba Joring yang dibuka pada 2017, Pit Barani yang dibuka pada 2016, dan Pit Purnama yang dibuka pada 2011. Perseroan juga mengoperasikan pabrik pengolahan dengan kapasitas 7 juta ton bijih per tahun.