sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Progres Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari ke-9, Titik Api Sisa 30 Persen

News editor Riyan Rizki Roshali
08/07/2026 15:14 WIB
BPBD Tangerang memperkirakan masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area yang sebelumnya terbakar.
Progres Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari ke-9, Titik Api Sisa 30 Persen. (Foto: BNPB)
Progres Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari ke-9, Titik Api Sisa 30 Persen. (Foto: BNPB)

IDXChannel—Proses pemadaman imbas kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang masih terus dilakukan hingga memasuki hari kesembilan pada Rabu (8/7/2026).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memperkirakan masih terdapat sekitar 30 persen titik api yang tersisa dari total area yang sebelumnya terbakar.

“Hari ke-9, hasil sampai dengan hari ke-9 ini sekitar mungkin sekitar 30 persen lagi lah dari 15 hektar yang terbakar,” kata Taufik kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Saat ini, petugas masih terus berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi munculnya api baru dari dalam tumpukan sampah.

Taufik menjelaskan, kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Sebab, tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin telah menggunung selama bertahun-tahun sehingga menghasilkan kandungan gas metana. 

Oleh karena itu, proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Petugas harus mengurai gunungan sampah menggunakan alat berat agar titik api di bagian dalam lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.

"Karena memang struktur sampah dengan gambut ini berbeda. Kalau gambut kan memang sulit juga, tapi lebih berat TPA, sampah TPA yang menggunung ya, bukan sekadar sampah tapi yang sudah menggunung, yang sudah puluhan tahun, karena dia mengandung gas metana, gas listrik,” ujar dia.

Hingga kini, pemadaman masih dilakukan melalui tiga metode, yakni penyiraman dari darat oleh petugas pemadam kebakaran, water bombing menggunakan helikopter BNPB, serta injeksi pada titik panas oleh Manggala Agni.

“(Pemadaman) dengan tiga metode. Yang pertama dari pemadam kebakaran, dari darat pemadam kebakaran. Kemudian, BNPB juga menggunakan pesawat heli water bombing. Jumlahnya secara bertahap meningkat, dari mulai satu, dua, sampai sekarang udah empat. Tapi yang beroperasi hari ini tiga ya, karena satunya ada kegiatan lain,” jelas dia.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement