Dalam skema kerja sama operasi (KSO), HKI mengerjakan sejumlah pekerjaan utama, mulai dari timbunan dan galian tanah, struktur beton, bore pile, hingga pemasangan PCI girder dan steel box girder. Proses konstruksi juga didukung penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM) untuk memastikan akurasi desain dan efisiensi volume pekerjaan, serta penggunaan Augmented Reality (AR) berbasis barcode guna mendukung visualisasi dan pengendalian mutu di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan teknis, salah satunya pekerjaan erection girder pada titik perlintasan dengan tol aktif Cimanggis–Cibitung Tollway (CCT) yang dibatasi oleh window time. Kondisi tersebut mengharuskan penggunaan metode launcher untuk menjaga keselamatan kerja sekaligus memastikan kelancaran lalu lintas.
“Pelaksanaan dilakukan dengan memastikan kesesuaian metode kerja dan kapasitas alat, serta memperkuat koordinasi dengan pengelola tol, Dinas Perhubungan, dan pihak Kepolisian,” kata Aditya.
Sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, HKI juga menerapkan prinsip green construction dalam proyek ini. Implementasinya antara lain melalui pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi penerangan di area kantor proyek serta kegiatan penanaman pohon di sekitar lokasi pekerjaan sebagai upaya mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dengan progres yang terus meningkat serta dukungan koordinasi dari berbagai pihak, proyek Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A ditargetkan rampung pada September 2026 sesuai jadwal kontrak. Kehadirannya diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jakarta dan Jawa Barat.
(Dhera Arizona)