Di lapangan, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skema operasional untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan. Pengaturan arus masuk pelabuhan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone dan manajemen lalu lintas terpadu.
"Optimalisasi buffer zone terus dilakukan agar kendaraan tidak menumpuk di area pelabuhan dan arus tetap mengalir," tutur dia.
Imbauan ini juga sejalan dengan langkah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang mendorong masyarakat untuk bijak menentukan waktu perjalanan, terutama menjelang momentum Lebaran Ketupat yang diperkirakan meningkatkan mobilitas di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Sementara itu, kinerja penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk menunjukkan tren peningkatan. Pada 25 Maret 2026 (H+3), tercatat 223 trip kapal dengan jumlah penumpang mencapai 44.898 orang atau naik 6,6 persen dibandingkan tahun lalu.
Lonjakan tertinggi terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 8.691 unit atau tumbuh 24,1 persen. Kendaraan logistik berupa truk juga meningkat menjadi 921 unit atau naik 18,7 persen. Adapun kendaraan roda empat tercatat 4.644 unit dan bus sebanyak 302 unit, dengan total kendaraan mencapai 14.558 unit atau meningkat 14 persen secara tahunan.