Dalam pertemuan dengan para mantan Menteri Luar Negeri dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan tujuan utama Indonesia bergabung dalam dewan tersebut. “Untuk membantu penyelesaian masalah Palestina khususnya di Gaza,” katanya.
Hasan menilai kehadiran delapan negara dengan mayoritas penduduk muslim di dalam Board of Peace menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan dalam pengambilan keputusan.
“Memang ada kekhawatiran bahwa Trump akan memainkan peran luar biasa, tidak dapat dikontrol, tapi setidaknya delapan negara ini bisa menyeimbangkan proses di dalam Board of Peace,” kata dia.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo secara khusus mengundang para mantan Menlu dan Wamenlu untuk berdiskusi mengenai dinamika global terkini, termasuk pembahasan mengenai Board of Peace. Sejumlah tokoh diplomasi Indonesia yang hadir antara lain mantan Menlu Retno Marsudi, Alwi Shihab, Marty Natalegawa, serta mantan Wamenlu Dino Patti Djalal.
(Dhera Arizona)