IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi guncangan gempa di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada pagi hari ini. Gempa ini berkekuatan Magnitudo (M)4,9.
"Gempa Magnitudo:4.9, 26-Augustus-2026 09:08:28WIB, Lokasi:7.95LS, 120.77BT (81 km Timur Laut RUTENG-MANGGARAI-NTT)," tulis akun X BMKG, Rabu (26/8/2026).
Guncangan gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 kilometer. BMKG mengimbau kepada warga untuk terus berhati-hati terhadap kemungkinan adanya gempa susulan.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," imbuhnya.
Sebelumnya, BMKG mencatat 7.429 gempa bumi susulan pasca-gempa utama berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores, NTT. Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB.
“Total gempa bumi susulan 7.429, magnitudo terbesar M6,2,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa.
BMKG juga mencatat, sebanyak 33 gempa susulan dengan magnitudo di atas M5 dan 143 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.
Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 kembali bertambah. Hingga hari ke-11 penanganan bencana, total korban jiwa mencapai 103 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat penambahan tiga korban meninggal dibandingkan data sebelumnya.
"Saat ini, pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan data BNPB, korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 34 orang. Sementara sisanya tersebar di sejumlah kabupaten lain terdampak.
Dari sisi demografi, korban meninggal didominasi perempuan sebesar 55 persen, sedangkan laki-laki 45 persen. Kelompok usia lanjut menjadi yang paling banyak meninggal dunia dengan proporsi 45 persen, diikuti usia dewasa 37 persen.
Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga bertambah 63 orang sehingga total mencapai 1.666 orang. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, terdiri atas 239 luka berat dan 404 luka ringan.
"Yang terbesar itu ada di Manggarai Timur di mana luka berat sebesar 239 orang, luka ringan sebesar 404 orang,” cetusnya. (Febrina Ratna Iskana)