sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sajikan Informasi Sekolah Rakyat yang Valid, Kemensos Kembangkan Kanal Informasi LENSA SR

News editor Kurnia Nadya
31/08/2026 14:52 WIB
Saat ini, data program, aduan publik, pemberitaan, media sosial, dan informasi lapangan belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu siklus tata kelola komunikasi. 
Sajikan Informasi Sekolah Rakyat yang Valid, Kemensos Kembangkan Kanal Informasi LENSA SR. (Foto: Istimewa)
Sajikan Informasi Sekolah Rakyat yang Valid, Kemensos Kembangkan Kanal Informasi LENSA SR. (Foto: Istimewa)

“Dengan LENSA SR, segala informasi yang berkaitan dengan SR dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan informasi yang valid, cepat dan terhindar dari narasi hoax di media sosial,” kata Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).  

Melalui LENSA SR, informasi tidak langsung diolah menjadi materi publikasi. Informasi terlebih dahulu dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra/Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, hingga informasi lapangan.

Selanjutnya, informasi dikonfirmasi kepada PIC atau unit pemilik substansi untuk memastikan informasi yang digunakan akurat, terbaru, terkonfirmasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah itu, informasi diolah menjadi narasi dan rekomendasi respons sesuai kebutuhan.

Mekanisme tersebut terdiri atas enam tahapan, yakni tangkap dan klasifikasi isu dan narasi, validasi substansi, olah isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi respons dan narasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi.

Penguatan tata kelola ini telah memasuki tahap implementasi dengan tersusunnya Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor 3240/1/HM.01.03/8/2026 tentang Rekomendasi Isu dan Respons Komunikasi Sekolah Rakyat pada 27 Agustus 2026.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement