Hatta menilai rendahnya rasa saling percaya antaranggota menjadi salah satu faktor yang membuat koperasi sulit berkembang. Kondisi itu berbeda dengan koperasi di Jepang yang ditopang tingkat kepercayaan dan kedisiplinan anggotanya.
"Mengapa koperasi banyak gagal di Indonesia? Saya pertama, beda dengan di Jepang. Di Jepang itu koperasi, anggotanya rasa saling percayanya tinggi. Kalau di sini rasa saling curiganya tinggi," kata Hatta.
Menurut Hatta, persoalan tersebut relevan menjadi perhatian dalam pengembangan Kopdes Merah Putih. Sebab, koperasi desa tidak cukup hanya dibentuk secara kelembagaan, tetapi harus mampu membangun kepercayaan dan rasa memiliki dari masyarakat yang menjadi anggotanya.
Selain kepercayaan, Hatta menyoroti kualitas manajemen koperasi. Dia mengatakan masih terdapat koperasi yang pengurusnya tidak memahami akuntansi, bisnis, dan pengelolaan usaha secara profesional.