Karena itu, pengembangan Kopdes Merah Putih dinilai perlu memastikan keterlibatan masyarakat desa sebagai anggota sekaligus pemilik koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak sekadar menjadi lembaga yang hadir karena program pemerintah, tetapi tumbuh berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan masyarakat desa.
Hatta turut menyoroti persoalan tata kelola dan korupsi yang menurutnya menjadi salah satu masalah koperasi di Indonesia. Dia menilai aspek pengawasan dan transparansi harus diperkuat agar koperasi tidak kembali menghadapi persoalan yang sama.
Selain itu, pendidikan perkoperasian juga menjadi perhatian. Hatta menyebut Indonesia memiliki Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) di Bandung, namun menilai pendidikan koperasi masih perlu diperkuat agar mampu menghasilkan pengelola koperasi yang profesional.
Dengan demikian, ujar Hatta, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh pembentukan kelembagaan dan dukungan pemerintah. Kepercayaan anggota, profesionalisme pengurus, tata kelola yang sehat, keterhubungan dengan rantai industri, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting agar koperasi desa dapat bertahan dan berkembang.
Kopdes Merah Putih pun menghadapi tantangan untuk membuktikan koperasi desa dapat menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat, bukan sekadar program pembentukan badan usaha di tingkat desa.
(Dhera Arizona)