Jumlah tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026 seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Hingga saat ini Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai simpul penanganan bencana di lapangan terus melakukan proses pendataan dan penanganan kerusakan.
Kabupaten Manggarai Timur diketahui menjadi wilayah dengan kerusakan terparah. Total ada 104 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang terdampak, lalu Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 52 satuan pendidikan. Di Manggarai Timur sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs.
“Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru,” ujarnya.
Pembangunan tenda ini demi keselamatan siswa. Seluruh kegiatan pembelajaran di ruang kelas rusak diminta dihentikan sementara.
“Kami juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan HIMPSI. Layanan tersebut akan segera bergerak setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi kondisi lapangan,” imbuhnya.