"Satu kupon itu Rp500.000. Rinciannya, Rp300.000 berupa sembako dan Rp200.000 bisa ditukarkan dengan barang-barang dari UMKM dan pedagang kecil seperti baju Lebaran, sepatu, tas, hingga perlengkapan sekolah," katanya.
Selain belanja gratis, Seskab menyebut ada sekitar 1.000 pedagang kaki lima (PKL) yang disiapkan untuk menyajikan 300.000 porsi makanan dan minuman bagi seluruh pengunjung yang hadir di Monas.
"Jadi ini untuk pertama kalinya ada acara seperti ini. Sekali lagi saya sampaikan, Presiden ingin kegembiraan nuansa Lebaran dapat dirasakan oleh masyarakat sebanyak mungkin," kata Teddy.
Terkait teknis pelaksanaan, warga dijemput menggunakan bus melalui koordinasi Lurah, Ketua RT, dan RW untuk kemudian diantar kembali ke kediaman masing-masing. Meski persiapan tergolong singkat, Teddy bersyukur acara berjalan lancar meski antrean warga cukup panjang akibat antusiasme yang sangat tinggi.
"Laporan dari Pak Kapolda, lebih dari 100.000 orang hadir sejak jam 4 sore. Walaupun mengantre, mereka menikmati nuansa Monas malam hari dengan lampu-lampu dan musik. Presiden ingin setiap ada event nasional, semua rakyat bisa merasakan kebahagiaan," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)