Menurutnya, meski kekurangan pelayanan selalu ada, harus terus diperbaiki. Baik itu dari segi fasilitas kesehatan, alat-alat kesehatan, maupun sumber daya manusia yang dimiliki di sektor kesehatan di Indonesia.
“Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya. Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar kita bisa laksanakan,” pungkas dia.
Sebelumnya, Yurizal Tri Chaerawan mengunggah keluhannya di media sosial Threads melalui akunnya @yurizaltrich tentang dirinya yang tak kunjung mendapat kamar selama delapan jam sebagai pasien BPJS Kesehatan.
Unggahan tersebut justru dibalas dengan sejumlah komentar negatif dan dinilai nirempati oleh akun milik oknum dokter maupun tenaga kesehatan. Polemik semakin membesar setelah Yurizal disebut-sebut telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Meski hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang menyebut kematian berkaitan dengan lamanya menunggu kamar rawat inap, komentar-komentar tersebut memicu kecaman luas karena dinilai tidak mewakili empati seorang tenaga kesehatan.