"Sehingga, mau enggak mau terjadi rasionalisasi, bahkan mungkin ditutup, sedang dalam proses perundingan. Memang manajemen akan memberikan sekitar 2 kali aturan untuk memberikan pesangon kepada buruh yang di-PHK," lanjut Said Iqbal.
Dia menambahkan, produk PT KOS tersebut diperkirakan tidak bisa bersaing harganya dengan barang impor baja dari China. Alhasil, mereka tidak bisa bertahan hingga akhirnya tutup dan terjadi PHK massal.
"Karena produk-produk PT KOS tidak bisa bersaing harganya dengan barang-barang baja impor dari Cina, yang banci kita sebutnya kan banci, jadi lebih murah nilainya, ukurannya banci. Sehingga mereka tidak bisa juga bersaing, itu betul," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)