IDXChannel - Perusahaan induk platform media sosial Snapchat, Snap, berencana memangkas sekitar 1.000 pekerja.
Dilansir dari Anadolu pada Kamis (16/4/2026), jumlah itu setara dengan 16 persen total pekerja yang dimiliki perusahaan secara global.
Kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal ini bertujuan untuk untuk merampingkan operasi, serta memfokuskan sumber daya pada program prioritas.
"Ini keputusan yang sangat sulit," kata CEO Snap Evan Spiegel dalam memo internal.
Baca Juga:
PHK massal diharapkan dapat mengurangi biaya tahunan Snap hingga USD500 juta pada paruh kedua 2026. Ini akan membantu perusahaan untuk dapat mencetak laba bersih.