Saat ini, kelangkaan avtur secara sistemik di Uni Eropa memang belum terjadi. Namun, kekhawatiran tetap meningkat karena sekitar 20 persen pasokan avtur untuk Uni Eropa dikirim melalui Selat Hormuz.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan Swedia memang relatif tidak begitu terdampak oleh krisis energi seperti negara-negara lain di Eropa, sebab kelistrikan di negara tersebut mayoritas mengandalkan nuklir, pembangkit hidro, dan energi terbarukan lainnya.
Apalagi, Swedia dan negara-negara Nordic lainnya memiliki kapasitas penyulingan yang besar. Sebagian pasokan bahan bakarnya juga berasal dari Laut Utara (North Sea).
Namun, krisis energi ini pada akhirnya akan tetap berdampak negatif pada Swedia dan negara Skandinavia lainnya jika konflik geopolitik di Timur Tengah memburuk dan berlanjut dalam jangka panjang.
“Penting diingat untuk membedakan jenis-jenis bahan bakar, karena tiap jenis bahan bakar punya pasar dan kondisi yang berbeda-beda. Bicara soal avtur, sekarang ini bukan situasi yang normal,” tutur Sweden Energy Agency Director Caroline Asserup.