Penandatanganan ini turut didukung oleh Bank Indonesia melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Untuk mengatasi kendala logistik, lanjut Iqbal, Kemendag memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, dan penyedia jasa transportasi.
Fasilitasi Distribusi Pangan dikoordinasikan bersama Bapanas. Pengiriman telur dapat dioptimalkan melalui kerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), sedangkan pengiriman cabai melalui jalur udara dapat dipertimbangkan untuk mempercepat distribusi karena daya tahan komoditas yang terbatas.
Pemilihan moda transportasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasokan, waktu tempuh, dan efisiensi biaya.
Penguatan distribusi juga didukung oleh program Gerai Maritim yang memanfaatkan Tol Laut dan Jembatan Udara untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Program ini menjangkau 63 kota/kabupaten melalui Tol Laut dan 12 kabupaten melalui Jembatan Udara. Program tersebut mencatatkan penurunan harga rata-rata sebesar 11,22 persen, dengan penurunan harga bapok sebesar 11,63 persen dan barang penting sebesar 8,04 persen.