Kemendag turut memperkuat pemantauan arus barang melalui pelaporan angkutan barang antarpulau menggunakan sistem Indonesia National Single Window (INSW). Pada Januari–September 2026, pelaporan mencakup 244 pelabuhan dengan volume barang tercatat sebesar 541,26 juta ton.
Sementara itu, pelaporan distribusi bapok dan barang penting (bapokting) melalui INATRADE melibatkan 253 pelaku usaha dan mencakup 16 komoditas. Koordinasi kerja sama antardaerah juga telah menjangkau 18 provinsi dan 301 kabupaten/kota.
“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pasokan di daerah yang membutuhkan, menekan kesenjangan harga antarwilayah, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” tutup Iqbal.
(Nadya Kurnia)