Dia menambahkan, penguatan produktivitas di sektor hulu wajib berjalan selaras dengan pembenahan mata rantai pasok. Jalur distribusi dari tingkat petani harus terhubung secara efisien dengan unit pengolah, agregator, pemanggang atau roastery eksportir, hingga pembeli internasional. Selain itu, pemenuhan aspek ketertelusuran dan prinsip keberlanjutan dipandang kian mutlak untuk menjawab standar regulasi pasar internasional yang semakin ketat.
“Semakin besar nilai tambah yang kita ciptakan di dalam negeri, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat dan semakin luas kesempatan kerja yang tercipta,” tuturnya. (Wahyu Dwi Anggoro)