Namun, AHY mengatakan, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi terhadap kerusakan jalan maupun potensi bencana yang dapat mengganggu perjalanan. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU).
“Nah, namun demikian kita memahami bahwa kita juga harus terus melakukan preservasi, memperbaiki jalan-jalan yang memang rusak. Sudah kita siapkan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dinamakan dengan Disaster Relief Unit,” ujar AHY.
“DRU ini tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera menutup—saya ulangi—memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan. Ini sudah diantisipasi ada beberapa titik rawan bencana,” kata AHY.
AHY mengatakan, pemerintah telah memetakan sejumlah titik rawan bencana di jalur mudik. Tercatat terdapat 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik rawan banjir rob yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian total kesiapan tim DRU tadi, Disaster Relief Unit itu sekitar 1.461 unit. Ini juga sudah siap dengan alat-alat berat dan materialnya,” ujar dia.
(Dhera Arizona)