Meski grafik karhutla pada siklus El Nino menunjukkan tren menurun, Menhut mengingatkan bahwa kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Hingga Mei 2026, luas karhutla tercatat sekitar 81 ribu hektare atau meningkat dibandingkan periode yang sama saat El Nino 2019 maupun 2023.
Selain itu, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dengan puncak kemarau pada Juli hingga September.
"Kita melakukan antisipasi yang dilakukan dengan kepala daerah melalukuan OMC dan membuat sekat kanal, kalau semua stakeholder masih bekerja dengan baik juga dengan peran TNI Polri serta partisipasi masyarakat, tentunya kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)