Akhir pekan lalu, Iran menyatakan selat itu ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Klaim itu dibantah AS yang mendorong kapal-kapal untuk terus menggunakan jalur maritim itu.
Selat Hormuz menjadi salah satu fokus konflik antara AS dan Iran. Sebelum lalu-lintas lumpuh karena perang, jalur itu dilewati seperlima pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya. (Wahyu Dwi Anggoro)