Harga minyak sempat turun setelah berita tersebut. Harga Brent diperdagangkan mendekati USD80 per barel setelah penutupan.
Meskipun demikian, para pedagang tetap skeptis bahwa hal itu akan memungkinkan aliran ekspor minyak dan gas di Selat Hormuz kembali ke tingkat normal.
Harga minyak telah melonjak lebih dari 10 persen sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Teheran membalas dengan menyerang pangkalan AS dan Israel di seantero Timur Tengah dan memblokade Selat Hormuz. Negeri Mullah itu juga menyerang fasilitas migas milik negara tetangganya.
“Pengumuman ini mungkin membantu menenangkan para pedagang, tetapi pengawalan dan penjaminan asuransi akan membutuhkan waktu untuk diimplementasikan,” kata Presiden Rapidan Energy Group Bob McNally. (Wahyu Dwi Anggoro)