sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tren Vaping Naik Terus, BPOM Ingatkan Risiko Kandungan Zat pada Rokok Elektronik

News editor Mei Sada
03/06/2026 13:30 WIB
Menurut Kepala BPOM Taruna Ikrar, tren penggunaan vape terus meningkat, karena rokok elektronik dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional.
Tren Vaping Naik Terus, BPOM Ingatkan Risiko Kandungan Zat pada Rokok Elektronik. (Foto: Istimewa)
Tren Vaping Naik Terus, BPOM Ingatkan Risiko Kandungan Zat pada Rokok Elektronik. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyoroti peningkatan penggunaan rokok elektrik atau vape, terutama di kalangan anak dan remaja. Penggunaan vape terus meningkat karena vape dianggap lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. 

Sebagai informasi, BPOM mencatat sudah 5 juta anak dan remaja usia 10-18 tahun menjadi perokok aktif, atau sekitar 7,4 persen dari total jumlah perokok aktif di Indonesia. Angka ini berpotensi naik mengikuti tren pemakaian vape. 

Kepala BPOM Taruna Ikrar pun merasa khawatir menghadapi situasi tersebut. Ia mengingatkan bahwa vape bukan produk yang aman dan tetap mengandung zat adiktif yang dapat memicu ketergantungan sejak usia muda.  

Menurut Taruna, tren penggunaan vape terus meningkat, karena rokok elektronik dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal hingga kini belum ada bukti konklusif yang menunjukkan vape lebih aman untuk kesehatan.  

BPOM menegaskan rokok elektronik tetap mengandung nikotin sebagai zat adiktif utama. Selain itu, produk ini juga dapat mengandung zat toksik dan karsinogenik yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serta ketergantungan pada penggunanya.  

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement