Eskalasi kembali terjadi dalam sepekan ke belakang, dipicu perbedaan interpretasi isi kesepakatan terkait Selat Hormuz.
AS dan Iran seharusnya melakukan pembicaraan terkait isu nuklir selama gencatan senjata 60 hari. Namun, isu Selat Hormuz kini kembali mendominasi konflik antara keduanya.
AS menuduh Iran terus menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Hormuz, jalur penting untuk pasokan minyak dan gas dunia. Militer AS melancarkan serangan terhadap target Iran minggu ini, sementara Teheran membalas dengan menyerang pangkalan AS di wilayah Timur Tengah, termasuk di Kuwait dan Bahrain.
Iran bersikukuh sebagai satu-satunya pihak yang berwenang untuk mengendalikan Selat Hormuz. Teheran menganggap rute alternatif yang dibuka AS di jalur itu sebagai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. (Wahyu Dwi Anggoro)