Hal tersebut memungkinkan Kyiv untuk menyerang sumber daya minyak dan gas utama Rusia hampir setiap hari.
Namun, Mitrova menggarisbawahi, Rusia mengoperasikan sistem penyulingan minyak terbesar ketiga di dunia dan memiliki kapasitas surplus yang substansial.
"Mungkin butuh waktu bertahun-tahun sebelum hasil akhirnya benar-benar terlihat," katanya.
"Jadi penyulingan Rusia tidak akan runtuh dalam waktu dekat, tetapi potensinya sudah muncul," katanya.
Konsumen Rusia telah merasakan dampaknya melalui kebijakan penjatahan bensin. Selain itu, kata Mitrova, Rusia sekarang mengekspor lebih banyak minyak mentah dan lebih sedikit produk olahan, yang secara substansial mengurangi pendapatan ekspornya.