IDXChannel - Ukraina menggencarkan serangan drone yang menargetkan infrastruktur minyak dan gas Rusia.
Dilansir dari Oilprice pada Minggu (30/11/2025), aksi tersebut diperkirakan telah menurunkan kapasitas penyulingan Rusia hingga 10 persen
"Sepuluh persen itu bukan angka yang besar," kata Peneliti Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia Tatiana Mitrova.
"Namun, hal itu mulai memicu kekurangan bahan bakar di Rusia, berkurangnya ekspor produk olahan minyak, dan ketegangan lainnya dalam sektor minyak Rusia," ujarnya.
Ukraina telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi drone jarak jauh baru, memproduksi senjata seperti drone Lyutiy, yang mampu mengirimkan bahan peledak hingga 2.000 kilometer dari lokasi peluncuran rahasianya.