sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wacana Moratorium PMI ke Timur Tengah, Pemerintah Perlu Siapkan Alternatif Negara Lebih Aman

News editor Achmad Al Fiqri
10/04/2026 10:00 WIB
Komisi IX DPR RI menyoroti rencana pemerintah untuk melakukan moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke wilayah konflik di Timur Tengah. 
Wacana Moratorium PMI ke Timur Tengah, Pemerintah Perlu Siapkan Alternatif Negara Lebih Aman. (Foto Istimewa)
Wacana Moratorium PMI ke Timur Tengah, Pemerintah Perlu Siapkan Alternatif Negara Lebih Aman. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Komisi IX DPR RI menyoroti rencana pemerintah untuk melakukan moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke wilayah konflik di Timur Tengah. 

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai kebijakan itu perlu dipertimbangkan secara matang dan terukur. Sebab, perlindungan terhadap PMI harus menjadi prioritas utama, terutama dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Keselamatan pekerja migran harus menjadi pertimbangan utama. Dalam situasi konflik, risiko yang dihadapi tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Namun, Netty menekankan kebijakan moratorium perlu disertai dengan langkah mitigasi yang komprehensif agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi para calon pekerja migran.

“Jika moratorium diberlakukan, pemerintah perlu menyiapkan alternatif penempatan di negara yang lebih aman, sehingga peluang kerja bagi masyarakat tetap terbuka,” kata dia.

Netty juga menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi kemungkinan eskalasi konflik, termasuk dalam hal evakuasi dan perlindungan bagi PMI yang saat ini masih berada di kawasan Timur Tengah.

“Langkah evakuasi, pendampingan, serta layanan psikologis bagi PMI harus dipastikan berjalan optimal dan mudah diakses,” ujar dia.

“Kementerian P2MI perlu terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta melibatkan DPR dalam setiap pengambilan kebijakan strategis agar keputusan yang diambil benar-benar komprehensif,” ujarnya.

Netty berharap setiap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan keseimbangan antara aspek perlindungan dan keberlanjutan ekonomi para pekerja migran.

“Kita ingin memastikan bahwa negara hadir melindungi pekerja migran, sekaligus tetap membuka peluang kesejahteraan bagi mereka secara berkelanjutan,” katanya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement