Trump baru-baru ini memuji melemahnya nilai dolar sebagai hal yang bagus, menandakan bahwa ia tidak memandang dolar yang lemah secara negatif.
Dolar yang lebih lemah dapat meningkatkan daya saing perusahaan ekspor AS, membantu menyelesaikan masalah defisit perdagangan besar-besaran yang telah lama diidentifikasi Trump sebagai masalah kronis di AS.
Pangsa yuan dalam pembayaran perdagangan global telah meningkat pesat karena sanksi keuangan oleh AS dan sekutunya terhadap Rusia, Iran, dan negara lain. Menurut laporan bulanan SWIFT pangsa yuan dalam pembayaran perdagangan global naik dari 1,9 persen pada awal 2020 menjadi 8,4 persen pada November tahun lalu, menempati peringkat kedua setelah dolar AS.
Meskipun pangsa dolar tetap dominan di angka 80,2 persen, angka tersebut telah menurun dari 86,9 persen pada awal 2020.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa yuan menghadapi banyak tantangan untuk menjadi mata uang kunci global. Hambatan seperti kendali Beijing atas nilai tukar dan kurangnya kebebasan di pasar modal terus menekan status yuan.