Pemerintah menargetkan pada 2026 sebanyak 30.008 koperasi desa dan kelurahan sudah selesai dibangun dan beroperasi. Program ini juga diarahkan untuk memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di tingkat produsen rendah tetapi mahal di konsumen.
"Nanti Koperasi Desa Merah Putih, ini juga akan memotong rantai pasok. Semisal yang biasanya petani pendapatnya kecil, tapi dia membayar dengan harga yang lebih tinggi, karena dari produsen, ke distributor, ke agen, ke pengecer. Jadi rantai pasok yang panjang," ujar Zulhas.
Selain menyerap tenaga kerja, Kopdes juga akan berperan sebagai pemasok kebutuhan program layanan gizi nasional. Skema itu diharapkan memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus memastikan program pemerintah berbasis pasokan dari produksi masyarakat desa.
Zulhas menegaskan, penguatan ekonomi desa melalui koperasi merupakan strategi untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah. Pemerintah optimistis model ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (Wahyu Dwi Anggoro)