Namun Zulhas menyebut tantangan terbesar justru berasal dari sampah rumah tangga yang belum dipilah sejak awal.
Karena itu, ia menilai gerakan memilah sampah dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di Jakarta.
“Nah, yang paling berat itu memang sampah dari rumah. Memilah, memilah,” katanya.
Dia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mulai menggencarkan gerakan pilah sampah bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT Jakarta ke-499. Pemisahan sampah organik, anorganik, dan limbah berbahaya menjadi langkah penting agar sampah dapat diolah kembali menjadi energi.
“Kalau itu selesai, maka nanti sampah akan kita butuhkan untuk listrik penerang Jakarta dan penerang daerah-daerah lain,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)