AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

63,25 Persen Jamaah Haji Indonesia Berisiko Tinggi

SYARIAH
Binti Mufarida
Senin, 20 Juni 2022 09:43 WIB
Tim Promosi Kesehatan (Promkes) melaporkan 63,25% dari 99 kloter jamaah haji RI berisiko tinggi.
63,25 Persen Jamaah Haji Indonesia Berisiko Tinggi (Dok.MNC)
63,25 Persen Jamaah Haji Indonesia Berisiko Tinggi (Dok.MNC)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Tim Promosi Kesehatan (Promkes) melaporkan 63,25% dari 99 kelompok terbang (kloter) yang berjumlah 39.125 jamaah haji yang sudah tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) berisiko tinggi (risti).

“Dari 99 kelompok terbang (kloter) yang sudah tiba di Bandara AMAA ada 39.125 jamaah dengan persentase jamaah risti 63,25 persen,” kata anggota Promosi Kesehatan (Promkes), Aris Yudhariansyah dikutip dari laman resmi Kemenkes, Senin (20/6/2022).

Aris mengatakan, berdasarkan deteksi dini tim promosi kesehatan sudah memberikan penyuluhan kepada 2.343 jamaah haji. Tim prokes sudah menemukan ada 269 kasus penyakit yang dialami jamaah haji.

“Dari 269 kasus ini, lima sampai empat kasus adalah gangguan kardiovaskuler sementara satu kasus dari penyakit degeneratif lain seperti diabetes dan hipertensi,” katanya.

Aris menyarankan, bagi jamaah yang mempunyai penyakit-penyakit yang termasuk dalam golongan resiko tinggi di tanah air bisa lebih mempersiapkan dirinya terkait dengan upaya kesehatannya. Jadi peran dokter pemeriksa awal mulai dari Puskesmas di daerah itu harusnya lebih lebih ketat lagi.

“Sehingga kriteria risiko tinggi itu sudah disematkan dan sudah diobservasi sejak pemeriksaan pertama kesehatan jamaah haji,” katanya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD