AALI
9575
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2340
ACES
785
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7000
ADHI
810
ADMF
8075
ADMG
175
ADRO
2930
AGAR
324
AGII
2080
AGRO
695
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1495
AKRA
1050
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.90
-0.32%
-1.71
IHSG
6977.24
-0.27%
-19.22
LQ45
1004.33
-0.33%
-3.30
HSI
22174.96
-1.09%
-244.01
N225
26808.88
-0.89%
-240.59
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

Penantian 11 Tahun, Pria Kebutuhan Khusus Ini Bisa Naik Haji

SYARIAH
Lukman Hakim
Senin, 20 Juni 2022 07:00 WIB
Pada musim haji tahun ini, Amin berangkat ditemani dengan adik perempuannya, Fatimaturahmah.
Penantian 11 Tahun, Pria Kebutuhan Khusus Ini Bisa Naik Haji (FOTO:MNC Media)
Penantian 11 Tahun, Pria Kebutuhan Khusus Ini Bisa Naik Haji (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Kondisi fisik yang tak sempurna, tak membuat patah semangat Amin Jakfar untuk menunaikan ibadah haji. 

Pria asal Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 23 ini tak patah arang meski dirinya memiliki keterbatasan dalam penglihatannya.

Rencananya, Amin akan terbang ke tanah suci pada Senin (20/6/2022). Pria yang menyandang tuna netra sejak lahir ini tetap optimis dapat melaksanakan ibadah haji dengan maksimal. "Saya pasrahkankan semua kepada Allah SWT, sebaik-baik penjaga. Saya optimis dengan niat yang kuat untuk berhaji, dapat melaksanakan semua rukun ibadah haji,"  tuturnya dengan semangat saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Minggu (19/6/2022).

Amin menjelaskan jika sehari-sehari di rumah dia menemani ibunya yang pensiunan guru. "Sebagai seorang wanita yang sudah melahirkan saya, ibu sangat prihatin dan kuatir dengan keadaan saya yang tuna netra ini. Karena itu Beliau mengarahkan saya sehari-hari hanya membantu pekerjaan rumah yang ringan-ringan saja," jelas Amin

Pada musim haji tahun ini, Amin berangkat ditemani dengan adik perempuannya, Fatimaturahmah. Sebelumnya, Amin tetap semangat untuk mengikuti setiap bimbingan haji. Amin bahkan begitu fasih melafalkan setiap doa dan ayat suci. Dia belajar lewat handphone.

"Alhamdulillah, ibu mendaftarkan kami bertiga, ibu, saya dan adik untuk berangkat haji pada tahun 2011. Tapi tahun ini terpaksa ibu tidak bisa berangkat bersama-sama karena beliau sudah berusia 66 tahun. Sejujurnya kami sedih tapi ibu mendorong kami untuk tetap berangkat tahun ini karena kami tak tahu apa yang terjadi tahun depan," tuturnya.

Amin mengaku jika paling jauh selama ini dia pergi ke Jember bersama sahabat-sahabat tuna netranya. Itupun cuma sekali. Sehari-hari saya mainnya ya ke tetangga dekat rumah. Di usianya yang sudah memasuki 42 tahun ini, tak lupa ia akan panjatkan doa agar bisa memperoleh pendamping hidup yang bisa menerima kondisinya apa adanya.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD