AALI
9825
ABBA
392
ABDA
0
ABMM
1430
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3020
ADHI
1035
ADMF
7750
ADMG
195
ADRO
1885
AGAR
0
AGII
1485
AGRO
2050
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4190
AKSI
412
ALDO
965
ALKA
230
ALMI
238
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.17
0.86%
+4.30
IHSG
6580.50
0.64%
+42.00
LQ45
947.05
0.87%
+8.13
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27941.69
-0.31%
-87.88
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
825,254 / gram

Airlangga: RI Belum Keluarkan Izin Booster Sinovac dan Sinopharm untuk Jamaah Umrah 

SYARIAH
Widya Michella
Rabu, 17 November 2021 16:13 WIB
Menko Airlangga Hartarto menyebut Indonesia hingga kini belum memberikan perizinan booster untuk jamaah umrah.
Airlangga: RI Belum Keluarkan Izin Booster Sinovac dan Sinopharm untuk Jamaah Umrah  (Dok.MNC Media)
Airlangga: RI Belum Keluarkan Izin Booster Sinovac dan Sinopharm untuk Jamaah Umrah  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia hingga kini belum memberikan perizinan booster untuk jamaah umrah. Hal ini dikarenakan pemerintah masih mengejar target vaksinasi 70% untuk dosis pertama dan 40% untuk dosis kedua sehingga booster baru akan dipersiapkan  di bulan Januari 2022.

"Tahap awal memang kita ketahui Saudi baru mengakui vaksin yang mereka pakai yaitu astrazeneca, moderna, pfizer, Johnson and Johnson dan mereka menambah pengakuan yaitu Sinovac dan Sinopharm.  Namun untuk Sinovac dan Sinopharm mereka masih meminta adanya booster dan Indonesia sekarang belum memberikan perizinan untuk booster ketiga kecuali nakes,"ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(16/11/2021).

Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut, lanjutnya ada usulan dimana pemerintah dalam hal ini menteri agama (Menag) melakukan diplomasi ke Arab Saudi. 

"Berdasarkan informasi dari pak menteri agama akan segera mengirimkan tim di minggu ini dan menteri kesehatan akan berkomunikasi dengan kementerian kesehatan Arab Saudi mengenai penanganan Covid Indonesia yang sudah diakui oleh WHO sendiri,"ucapnya.

Nantinya Menteri Kesehatan (Menkes) akan menjelaskan kepada Menkes Arab Saudi bahwa Indonesia terkait pengendalian covid-19 sudah berada di level 1 dan  beberapa negara sudah mengakui vaksin bermerek Sinovac dan Sinopharm.

"Seperti misalnya UEA menerima Sinovac dan Sinopharm, kemudian negara lain seperti Australia maupun Singapura yang sudah menawarkan vaksin traveling dengan Indonesia. Tentu dari berbagai negara sudah mengakui dan juga tingkat penanganan covid di Indonesia,"katanya

"Diharapkan kegiatan umrah ini bisa segera kembali dinormalkan,"ujar Airlangga.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD