AALI
9875
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2890
ADHI
1015
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
175
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
960
AKRA
4170
AKSI
426
ALDO
1075
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.26
1.62%
+8.06
IHSG
6560.80
0.82%
+53.13
LQ45
945.48
1.5%
+13.94
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,365
Emas
822,218 / gram

Terima Nota Diplomatik Arab Saudi, Airlangga Berharap Jamaah RI Bisa Segera Umrah

SYARIAH
Michelle Natalia
Selasa, 16 November 2021 16:10 WIB
Berikut penjelasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seputar kebijakan umrah haji bagi jamaah RI.
Terima Nota Diplomatik Arab Saudi, Airlangga Berharap Jamaah RI Bisa Segera Umrah (Dok.MNC Media)
Terima Nota Diplomatik Arab Saudi, Airlangga Berharap Jamaah RI Bisa Segera Umrah (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah rindu Baitullah dimana sudah hampir dua tahun tidak ada kegiatan umrah

Lebih lanjut, Airlangga menyebut dari Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan nota diplomatik yang artinya pembahasan sudah bisa dilakukan, terutama untuk mengembalikan jamaah Indonesia untuk melakukan umroh di Arab Saudi dengan persyaratan-persyaratan yang mereka tentukan.

"Saudi baru mengakui vaksin yang mereka pakai yaitu AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Johnson and Johnson, dan mereka menambah pengakuan yaitu  Sinovac dan Sinopharm," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(16/11/2021).

Namun, untuk Sinovac dan Sinopharm, pemerintah Arab Saudi masih meminta adanya booster dan Indonesia belum memberikan perizinan untuk booster ketiga kecuali tenaga kesehatan. 

"Karena masyarakat masih punya target, pemerintah di akhir Desember 70% untuk vaksin dosis pertama dan 40% dosis kedua, sehingga booster ini baru dipersiapkan programnya di bulan Januari mendatang," ungkap Airlangga.

Oleh karena itu, untuk menyikapi hal tersebut, ada usulan dimana pemerintah dalam hal ini Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melakukan diplomasi mitranya di Arab Saudi. Berdasarkan informasi dari Menag Yaqut, akan segera mengirim tim di minggu ini dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan berkomunikasi dengan mitranya, Menkes di Arab Saudi mengenai penanganan COVID-19 di Indonesia yang sudah diakui oleh WHO sendiri.

"Bahwa saat sekarang semuanya level 1, dan beberapa negara sudah mengakui Sinovac, Sinopharm, dan yang lain sehingga misalnya UAE pun menerima, dan negara-negara lain menerima tingkat penanganan COVID-19 di Indonesia, diharapkan umrah bisa segera kembali dinormalkan," pungkas Airlangga.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD