Tak hanya level institusi, BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah–BSN untuk menyasar jutaan warga persyarikatan secara langsung. Seluruh ekosistem ini akan terintegrasi ke dalam aplikasi Bale Syariah by BSN, yang memungkinkan akses terhadap pembiayaan perumahan syariah hingga investasi cicilan emas secara digital.
Aksi ekspansi ini didukung oleh fundamental BSN yang kian kokoh pasca-transformasi tahun lalu. Sebagai bank yang lahir dari proses akuisisi Victoria Syariah oleh BTN Syariah, BSN telah membukukan total aset sebesar Rp72,9 triliun per Desember 2025.
Dengan dukungan 118 outlet nasional, BSN optimistis penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah akan memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio dana pihak ketiga (DPK) perseroan.
Alex menambahkan bahwa perbandingan dengan Malaysia yang memiliki pangsa pasar syariah di atas 40 persen menjadi pendorong bagi BSN untuk terus melakukan penetrasi ke organisasi massa terbesar di Indonesia.
"Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Kami berkomitmen memberikan manfaat finansial yang berkelanjutan bagi keluarga besar Muhammadiyah melalui program yang terukur," ujar Alex.