AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Biaya Umrah Jamaah RI Diprediksi Bakal Naik hingga di Atas Rp30 Juta

SYARIAH
Fahreza Rizky
Kamis, 21 Oktober 2021 13:00 WIB
Ketua HIMPUH Budi Darmawan memperkirakan biaya umrah di tengah pandemi bakal naik lagi hingga di atas Rp30 juta.
Biaya Umrah Jamaah RI Diprediksi Bakal Naik hingga di Atas Rp30 Juta (Dok.MNC Media)
Biaya Umrah Jamaah RI Diprediksi Bakal Naik hingga di Atas Rp30 Juta (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Budi Darmawan memperkirakan biaya umrah di tengah pandemi bakal naik lagi hingga di atas Rp30 juta. Hal itu dikatakan dia menyusul adanya 'lampu hijau' dari Kerajaan Arab Saudi yang akan membuka kembali pintu kedatangan bagi jemaah Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah menetapkan tarif referensi umrah dari Rp20 juta menjadi Rp26 juta. Penetapan tarif itu disepakati pada Desember 2020 saat Menteri Agama (Menag) masih dijabat oleh Fachrul Razi.

"Kita pernah sepakati dengan referensi harga Rp26 juta pada saat itu tapi belum ada PCR, belum ada karantina pada saat kita berhitung bersama. Tapi karena kasus ini terjadi, harus berkarantina dan harus di sana cover asuransi, jelas akan terjadi peningkaan harga lagi," ucap Budi dalam webinar yang diselenggarakan FMB 9, Kamis (22/10/2021).

Budi berharap jemaah dapat mengerti bahwa kenaikan ini bukan disebabkan dari harga paketnya, tetapi untuk meng-cover aturan-aturan baru yang dibuat pemerintah Indonesia maupun Kerajaan Arab Saudi. Semisal untuk mengcover biaya tes PCR, karantina, dan lain sebagainya, sebagai syarat pelaku perjalanan internasional.

"Kemungkinan kenaikan harga itu kalau awal waktu normal kita beri referensi Rp20 juta, pada masa pandemi Rp26 juta sebelum PCR dan aturan-aturan itu, kemugkinan akan naik lagi 30 persen, bisa jadi di atas Rp30 juta-an, itu hanya sekadar gambaran," ungkap dia.

Sebagai informasi, Kerajaan Arab Saudi memberi 'lampu hijau' dibukanya kembali pintu kedatangan bagi jemaah Indonesia untuk ke Tanah Suci. Hal ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta kepada pemerintah Indonesia melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada Jumat 8 Oktober 2021.

Namun demikian hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut dan mendetail terkait dimulainya pemberangkatan jemaah asal Indonesia. Pemerintah Indonesia dan Saudi masih mengkomunikasikannya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD