AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Hai Investor, Ini Enam Produk Investasi Syariah yang Patut Dicoba 

SYARIAH
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Jum'at, 22 April 2022 11:59 WIB
Ada sejumlah produk investasi syariah yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hai Investor, Ini Enam Produk Investasi Syariah yang Patut Dicoba. (Foto: MNC Media) 
Hai Investor, Ini Enam Produk Investasi Syariah yang Patut Dicoba. (Foto: MNC Media) 

IDXChannel – Ada sejumlah produk investasi syariah yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investasi syariah merupakan investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam Islam. Dalam berinvestasi syariah, keuntungan yang diharapkan adalah keuntungan yang tidak melanggar syariah dan hukum Islam. 

Kinerja pasar modal syariah terus meningkat.Jumlah investor saham syariah di Indonesia per Maret 2022 adalah sebanyak 108.345 investor. Jumlah ini bertumbuh sebanyak 367 persen sejak tahun 2017. 

Lantas, apa saja produk investasi syariah yang ada di Indonesia? IDXChannel merangkum daftarnya sebagai berikut.

Enam Produk Investasi Syariah di Indonesia

1. Saham Syariah

Produk investasi syariah yang pertama adalah saham syariah. Saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal. Ada dua jenis saham syariah yang diakui di Pasar Modal Indonesia. Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Kedua, saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahaan publik syariah berdasarkan peraturan OJK no. 17/POJK.04/2015. 

2. Sukuk

Sukuk merupakan efek yang berbentuk sekuritisasi aset dimana aset tersebut memenuhi prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal. Secara sederhana, sukuk adalah surat berharga syariah. 

Dalam pengertian lain seperti yang dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sukuk adalah efek atau surat berharga syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas aset yang mendasarinya (underlying asset).

Berdasarkan penerbitannya, produk investasi syariah yang satu ini dibagi menjadi dua jenis antara lain sebagai berikut. 

  • Sukuk Negara

Sukuk negara adalah sukuk yang diterbitkan oleh negara atau pemerintah Indonesia berdasarkan UU No.19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). 

  • Sukuk Koperasi

Sukuk koperasi merupakan sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan, baik perusahaan swasta maupun Badan Umum Milik Negara (BUMN). Penerbitan sukuk ini didasarkan pada peraturan OJK No. 18/POJK.04/2005 tentang penerbitan dan persyaratan sukuk.

3. Reksa Dana Syariah

Reksa dana syariah adalah instrumen investasi reksa dana yang sesuai dengan syariah dan hukum Islam. Instrumen investasi ini menghimpun dana dari masyarakat yang pengelolaannya diatur sepenuhnya oleh manajer investasi dimana pengelolaannya tidak bertentangan dengan kaidah Islam. Pengertian ini sesuai dengan yang tercantum dalam POJK. No 19/POJK.04/2015. 

Dari pengertian tersebut, setiap jenis reksa dana dapat diterbitkan sebagai reksa dana syariah jika memenuhi prinsip-prinsip syariah, termasuk aset yang mendasari penerbitannya. Reksa dana dapat dianggap memenuhi prinsip syariah jika dalam akad, cara pengelolaan, dan portofolionya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD