AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Hindari Modus Penipuan KPR Syariah, Berikut Cara Amannya

SYARIAH
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Jum'at, 22 Oktober 2021 14:48 WIB
Dalam upaya menhindari modus penipuan KPR syariah oleh pengembang nakal, berikut tips yang bisa dilakukan.
Hindari Modus Penipuan KPR Syariah, Berikut Cara Amannya (Dok.MNC Media)
Hindari Modus Penipuan KPR Syariah, Berikut Cara Amannya (Dok.MNC Media)

IDXChannel – Penipuan perumahan berbasis syariah cukup ramai beberapa waktu lalu. Di mana, masyarakat diiming-imingi berbagai kemudahan dalam membeli rumah. Tapi nyatanya proyek perumahan yang ditawarkan hanyalah fiktif. Lantas, bagaimana cara aman membeli rumah dengan KPR syariah?

Dikutip dari rumah.com, Jumat (22/10/2021), jika ingin membeli rumah dengan KPR syariah dan terhindar dari KPR syariah bodong, Anda disarankan untuk mengecek latar belakang dan reputasi pengembang KPR syariah tersebut.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah dengan KPR syariah. Berikut hal-hal yang harus dilakukan:

1. Lakukan riset untuk mengetahui pengembang perumahan syariah yang memiliki track record. Carilah informasi mengenai tingkat kepuasan konsumen.

Jika ada lebih banyak review positif daripada review negatif, Anda bisa memilih pengembang itu. Jika Anda kesulitan untuk mengetahui informasi tersebut, cari tahu langsung dengan mengunjungi kantor pengembang syariah yang Anda inginkan.

2. Hindari berurusan dengan perusahaan fiktif yang hanya memiliki nama saja tanpa memiliki kantor.

3. Memilih pengembang perumahan syariah yang sudah bekerja sama dengan bank syariah tepercaya. Hal ini dilakukan agar skema pembiayaan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Cek kelengkapan izin developer, yaitu izin peruntukan penggunaan tanah, izin lokasi, site plan yang telah disahkan, SIPPT (Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah), nomor sertifikat tanah, surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), surat Izin Penggunaan Bangunan (IPB), dan sertifikat tanah atas nama SHGB atau HGB Induk atas nama pengembang.

5. Kunjungi lokasi perumahan yang hendak dibangun. Cek ketersediaan rumah dan lakukan verifikasi apakah rumah yang telah dibeli konsumen lain sudah dibangun oleh pengembang.

6. Hindari membayar sejumlah uang (termasuk DP) kepada pengembang. Jika Anda belum merasa puas dengan kelengkapan dokumen yang mereka miliki, atau jika Anda belum memahami akad dan perjanjiannya.

7. Lakukan semua proses pengajuan KPR dengan saksi pihak ketiga yang dapat dipercaya dan memiliki kekuatan hukum, misalnya saksi merupakan seorang notaris. Pastikan juga setiap dokumen dilengkapi dengan materai yang bisa dijadikan bukti yang sah. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD